Skip to main content
Iklan

Asia

Imbas kabut asap, Sarawak perintahkan ratusan sekolah ditutup

Hampir 600 sekolah ditutup setelah negara bagian di Malaysia Timur itu mencatat indeks pencemaran udara mencapai tingkat "sangat tidak sehat".

Imbas kabut asap, Sarawak perintahkan ratusan sekolah ditutup

Kondisi kabut asap di Kuching, Sarawak pada 19 Agustus 2026. (Foto: Facebook/Sarawak Edition)

KUCHING: Pemerintah Sarawak memerintahkan 591 sekolah di 10 distrik tutup selama dua hari setelah kondisi kabut asap memburuk di negara bagian Malaysia Timur tersebut.

Departemen Pendidikan Sarawak dalam pernyataannya di Facebook mengatakan, penutupan yang berlaku mulai Kamis (20/8) itu mencakup sekolah dasar dan menengah di Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu dan Betong.

"Keputusan ini merupakan langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa, khususnya dari risiko paparan udara tidak sehat," kata Departemen Pendidikan Sarawak.

Sebanyak 197.323 siswa terdampak, kata departemen tersebut, terdiri dari 107.590 siswa di 509 sekolah dasar dan 89.733 siswa di 82 sekolah menengah.

Pembelajaran dari rumah akan diterapkan selama sekolah ditutup untuk memastikan kegiatan belajar siswa tidak terganggu, tambah departemen tersebut.

Perkembangan lebih lanjut mengenai masa penutupan dan pembukaan kembali sekolah akan diumumkan melalui saluran resmi dan kantor pendidikan di masing-masing distrik, kata departemen itu.

Ini merupakan kali kedua bulan ini sekolah-sekolah di Sarawak diperintahkan tutup akibat kabut asap.

Pekan lalu, sekolah-sekolah di Serian ditutup selama tiga hari ketika indeks pencemaran udara (API) sempat menembus 200, menurut laporan media Malaysia.

Dalam skala API, angka 0 hingga 50 dikategorikan baik, 51 hingga 100 sedang, 101 hingga 200 tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 berbahaya.

Pada Kamis, Serian mencatat API 193, disusul Kuching 190 dan Samarahan 173, menurut The Star.

API di Serian mencapai 239 pada Jumat pukul 11.00, menurut Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sarawak (NREB) dalam unggahan Facebook, yang mengategorikan kualitas udara sebagai "sangat tidak sehat".

Kondisi berkabut asap dapat bertahan hingga akhir pekan jika pembakaran biomassa terus berlangsung, demikian peringatan pejabat lingkungan Sarawak.

Kabut asap juga melanda Singapura. Sesi khotbah Jumat akan dipersingkat sementara mulai pekan ini karena kondisi cuaca yang kurang mendukung, kata Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) pada Jumat.

Kondisi kering di kawasan ini juga diperkirakan berlanjut, kata Meteorological Service Singapore (MSS) dalam pernyataan yang dikeluarkan awal pekan ini.

Pihak berwenang Malaysia dan media setempat mengaitkan kondisi kabut asap dengan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Mengutip data ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC), dewan lingkungan Sarawak menyatakan, sebanyak 7.286 titik panas terdeteksi di Kalimantan pada 1 hingga 19 Agustus, dibandingkan 148 titik panas di Sarawak pada periode yang sama.

"Jumlah titik panas dan kondisi kabut asap dapat meningkat di wilayah rawan kebakaran yang mengalami kondisi kering berkepanjangan, dengan risiko terjadinya kabut asap lintas batas," kata dewan lingkungan Sarawak. Lembaga itu menambahkan bahwa ASMC juga mengamati "asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga pekat" di Kalimantan Barat yang bergerak ke utara menuju sejumlah wilayah Sarawak bagian barat.

Kantor berita AFP pada Kamis melaporkan bahwa kebakaran lahan di Indonesia telah menyebabkan kabut asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah, termasuk Palangka Raya, ibu kota Kalimantan Tengah di Pulau Kalimantan.

Menteri Kehutanan Indonesia Raja Juli Antoni mengatakan kepada wartawan di Palangka Raya pada Rabu bahwa para ahli bersiaga untuk melakukan operasi modifikasi cuaca guna memadamkan kebakaran dan mencegah kebakaran baru.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/da(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan