Iran setuju buka jalur pelayaran Selat Hormuz selama dua minggu 'jika serangan dihentikan'
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan ia telah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, sementara Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Israel juga menyetujui langkah tersebut.
Pemandangan udara Selat Hormuz yang diambil pada 10 Desember 2023. (Foto arsip: Reuters)
DUBAI/WASHINGTON: Iran pada Rabu (8/4) menyatakan akan menjamin jalur aman bagi lalu lintas maritim di Selat Hormuz selama dua minggu. Masa jeda ini akan digunakan untuk menggelar pembicaraan dengan Amerika Serikat guna mengakhiri perang, yang dijadwalkan dimulai Jumat di Islamabad.
Pengumuman ini muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menyepakati gencatan senjata dua minggu dengan Iran, kurang dari dua jam sebelum tenggat yang ia berikan kepada Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan besar terhadap infrastruktur sipilnya.
“Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di platform X.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dalam pernyataan terpisah menyatakan, negosiasi direncanakan berlangsung selama dua minggu, namun dapat “diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama”.
Televisi pemerintah Iran menyiarkan klaim bahwa Trump telah menerima syarat Iran untuk mengakhiri perang dan menyebutnya sebagai “kemunduran memalukan” bagi presiden AS tersebut.
Pernyataan Trump di media sosial menandai perubahan sikap yang drastis. Sebelumnya, pada hari yang sama, ia memperingatkan bahwa “sebuah peradaban akan mati malam ini” jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Trump mengatakan, kesepakatan di menit-menit terakhir itu, yang dimediasi oleh Pakistan, bergantung pada persetujuan Iran untuk menghentikan blokade pasokan minyak dan gas melalui Selat Hormuz, yang biasanya menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global.
“Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!” tulis Trump di platform Truth Social. Ia menambahkan bahwa tujuan militer telah tercapai dan pembicaraan menuju kesepakatan damai jangka panjang dengan Iran dan kawasan Timur Tengah telah berkembang jauh.
Dua pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Israel juga menyetujui gencatan senjata dua minggu dan AS akan menghentikan pengebomannya terhadap Iran. Namun, beberapa menit setelah pengumuman Trump, militer Israel menyatakan telah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran menuju wilayahnya.
Trump, yang dalam beberapa pekan terakhir kerap mengeluarkan ancaman sebelum menariknya kembali, mengklaim adanya kemajuan antara kedua pihak.
Ia mengatakan, Iran telah mengajukan proposal 10 poin yang menjadi “dasar yang dapat dijalankan” untuk negosiasi dan berharap kesepakatan dapat “diselesaikan” selama masa gencatan senjata dua minggu tersebut.
Iran sebelumnya menyatakan, rencana mengakhiri perang mencakup pengakuan AS atas kendali Teheran atas Selat Hormuz dan program pengayaan uranium, serta pencabutan seluruh sanksi.
PERAN PAKISTAN SEBAGAI MEDIATOR
Trump menyampaikan, gencatan senjata ini didasarkan pada pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Darat Asim Munir, yang menurutnya meminta AS untuk “menahan kekuatan destruktif” yang direncanakan terhadap Iran.
Ia menegaskan, kesepakatan tersebut bergantung pada persetujuan Iran untuk membuka Selat Hormuz secara “penuh, segera, dan aman”.
“Atas nama Amerika Serikat, dan juga mewakili negara-negara Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan bahwa masalah jangka panjang ini mendekati penyelesaian,” ujar Trump.
Pakistan mengonfirmasi bahwa AS dan Iran, bersama sekutu masing-masing, telah menyetujui gencatan senjata segera, termasuk di Lebanon dan wilayah lainnya.
Dalam pernyataan di X, Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan “terima kasih mendalam” kepada para pemimpin kedua negara dan mengundang delegasi mereka ke Islamabad untuk melanjutkan negosiasi menuju “kesepakatan final”.
“Kedua pihak menunjukkan kebijaksanaan dan pemahaman yang luar biasa serta tetap terlibat secara konstruktif demi perdamaian dan stabilitas. Kami berharap ‘Pembicaraan Islamabad’ berhasil mencapai perdamaian berkelanjutan,” kata Sharif.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.