Skip to main content
Iklan

Asia

Prabowo dan Macron sepakat memperkuat kerja sama pertahanan

Indonesia dan Prancis sepakat memperkuat industri pertahanan serta kerja sama energi terbarukan usai pertemuan Prabowo dan Macron di Paris.

Prabowo dan Macron sepakat memperkuat kerja sama pertahanan

Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) menyambut Presiden Indonesia Prabowo Subianto sebelum pertemuan mereka di Istana Élysée di Paris pada 14 April 2026. (Foto: AFP/Ludovic Marin)

JAKARTA: Indonesia, setelah merampungkan pakta pertahanan dengan Washington dan kesepakatan minyak dengan Rusia, juga sepakat meningkatkan kerja sama industri pertahanan dengan Prancis setelah presiden kedua negara bertemu di Paris.

Presiden Prabowo Subianto diterima oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee pada Selasa (14/4), lalu keduanya “membahas penguatan kerja sama strategis”, menurut pernyataan pemerintah.

“Ini mencakup pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan penguatan industri pertahanan,” demikian pernyataan tersebut, yang menyebut Prancis sebagai mitra strategis Indonesia di Eropa.

Prabowo dan Macron juga menyepakati kerja sama dalam “transisi energi dan pengembangan energi baru dan terbarukan”.

 

Sebelumnya, pada Senin (13/4), Prabowo bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin. Menteri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, bersama Putin, Presiden membahas “penguatan kemitraan strategis, khususnya di sektor energi, sumber daya mineral, dan pengembangan industri nasional”.

Prabowo, yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang, menjelaskan alasan di balik rangkaian kunjungan luar negerinya. “Saudara-saudara, ini untuk mengamankan minyak, saya harus pergi ke mana-mana,” katanya dalam pidato kepada kabinet bulan ini.

Seperti banyak negara lain, Indonesia menghadapi tekanan akibat melonjaknya harga minyak global terkait perang di Timur Tengah.

Jakarta, sembari mempertahankan posisi diplomatik non-blok, tahun lalu bergabung dengan blok ekonomi negara berkembang BRICS yang mencakup Rusia dan China, rival Amerika Serikat.

Prabowo juga menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump dan bergabung dalam Board of Peace, meski menegaskan Indonesia tidak akan membayar biaya keanggotaan permanen sebesar US$1 miliar (Rp17.1 triliun).

Indonesia merupakan salah satu pembeli utama persenjataan dari Prancis. Saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo menandatangani kesepakatan senilai US$8,1 miliar (sekitar Rp138 triliun dengan kurs pada 15 April 2026) pada 2022 untuk membeli 42 jet tempur Rafale buatan Prancis.

 

Jet tempur Rafale buatan Prancis. (iStock)

Prabowo, mantan jenderal militer yang terpilih sebagai presiden pada 2024 itu, berupaya memodernisasi alutsista Indonesia yang telah menua.

Pada Senin (13/4), Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menerima Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan mengumumkan “Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama”.

Pernyataan bersama keduanya menegaskan “komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik”.

Indonesia memiliki posisi strategis di Selat Malaka—jalur pelayaran tersibuk di dunia untuk mengangkut minyak, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA).

Sebagian besar minyak yang menuju China melewati Selat Malaka.

Sementara itu, terkait permintaan “izin lintas udara (overflight clearance)” AS,  Jakarta pada Selasa menyatakan masih mempertimbangkannya. Menurut sejumlah analis, apabila proposal ini dikabulkan dapat dipandang sebagai bentuk keberpihakan kepada Washington dibanding Beijing.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/ar(ps)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan