Skip to main content
Iklan

Asia

Gempa Myanmar: Bangunan-bangunan runtuh setelah gempa 7,7 magnitud 

Gempa Myanmar: Bangunan-bangunan runtuh  setelah gempa 7,7 magnitud 

Tangkapan layar dari sebuah video menunjukkan jembatan yang runtuh di wilayah Sagaing, Myanmar, setelah gempa bumi melanda pada 28 Maret 2025. (Gambar: Facebook/Khaing Zar Thin)

28 Mar 2025 05:03PM (Diperbarui: 29 Mar 2025 12:36PM)

BANGKOK: Gempa bumi dahsyat mengguncang Myanmar bagian tengah pada hari Jumat (28/3), dengan getaran yang terasa di China  dan Thailand.

Informasi tentang tingkat kerusakan akibat gempa berkekuatan 7,7 SR itu masih terus berdatangan.

Survei Geologi Amerika Serikat mengatakan gempa tersebut, yang terjadi pada waktu makan siang, berkekuatan 7,7 skala Richter dan pada kedalaman 10 km (6,2 mil) dan diikuti oleh gempa susulan yang kuat.

Pusat gempa berada sekitar 17,2 km dari kota Mandalay.

Jalan-jalan di dekat Museum Nasional di Naypyidaw tertekuk dan putus akibat gempa dan rute menuju salah satu rumah sakit terbesar di kota itu macet total.

Rumah sakit itu menjadi "daerah yang banyak korbannya" setelah gempa, kata para pejabat.

Sebuah ambulans berjalan di antara kendaraan-kendaraan, dengan seorang paramedis berteriak "mobil-mobil, minggirlah agar ambulans bisa lewat", AFP melaporkan.

Di rumah sakit dengan 1.000 tempat tidur itu, para korban luka dirawat di jalan di luar, dengan infus tergantung di brankar mereka.

Beberapa orang merintih kesakitan, yang lain terbaring diam saat kerabat berusaha menghibur mereka.

Kerusakan terlihat di bagian unit gawat darurat sebuah rumah sakit di Naypyidaw pada 28 Maret 2025, setelah gempa bumi di Myanmar bagian tengah.

Tiga warga Mandalay, salah satu kota terbesar di Myanmar, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka melihat beberapa bangunan runtuh saat banyak orang berlarian ke jalan saat gempa terjadi.

Faiz, yang hanya menyebutkan satu nama, mengatakan bahwa dia sedang salat di masjid saat gempa terjadi.

"Gempa mulai berguncang saat saya membersihkan tangan untuk salat. Kami semua berlarian keluar masjid," katanya kepada Reuters.

Warga lain Htet Naing Oo mengatakan sebuah kedai teh di jalannya runtuh, menjebak orang-orang di dalamnya. "Kami tidak bisa masuk," katanya, "Situasinya sangat buruk."

Tingkat kerusakan masih belum jelas, dengan pihak berwenang dilaporkan masih menilai situasi. Namun, sejauh ini, yang muncul dari laporan adalah bahwa di Mandalay, kota terbesar kedua di negara itu dan dekat dengan episentrum, gempa bumi merusak sebagian bekas istana dan bangunan kerajaan, menurut video dan foto yang dirilis di media sosial.

Meskipun daerah tersebut rawan gempa bumi, namun pada umumnya jarang penduduknya, dan sebagian besar rumah merupakan bangunan bertingkat rendah.

Di wilayah Sagaing, tepatnya di barat daya Mandalay, sebuah jembatan berusia 90 tahun runtuh, dan beberapa ruas jalan raya yang menghubungkan Mandalay dan kota terbesar di Myanmar, Yangon, juga rusak.

Warga di Yangon berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi. Tidak ada laporan langsung tentang korban luka atau kematian.

Di ibu kota Naypyidaw, gempa merusak tempat-tempat suci keagamaan, menyebabkan beberapa bagian runtuh ke tanah, serta beberapa rumah.

Seorang korban gempa digendong sambil menunggu untuk menerima perawatan medis di sebuah rumah sakit di Naypyidaw pada 28 Maret 2025, setelah gempa bumi di Myanmar bagian tengah.

Tiga orang pula tewas setelah sebuah masjid di Myanmar runtuh sebagian, kata dua saksi mata kepada Reuters.

Junta Militer Myanmar mengumumkan keadaan darurat di beberapa wilayah.setelah gempa bumi.

"Negara akan segera melakukan penyelidikan tentang situasi tersebut dan melakukan operasi penyelamatan serta memberikan bantuan kemanusiaan," katanya di aplikasi perpesanan Telegram.

Orang-orang masih berdiri di luar di pusat kota Bangkok. (Foto Reuters)

KERUSAKAN DI BANGKOK

Gempa bumi tersebut menyebabkan kerusakan pada banyak gedung tinggi di Bangkok, kata gubernurnya.

Reuters melaporkan gempa tersebut merobohkan gedung pencakar langit yang sedang dibangun di Bangkok dan merobohkan gedung-gedung di kota tetangga terbesar kedua di Myanmar.

Petugas penyelamat berdiri di dekat sebuah bangunan yang runtuh di Bangkok, Thailand, 28 Maret 2025. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Di Bangkok, beberapa gedung tinggi rusak. Ibu kota Thailand telah dinyatakan sebagai daerah bencana, kata balai kota Bangkok pada hari Jumat.

Masih belum jelas berapa banyak korban jiwa.

Sedikitnya satu orang tewas dan puluhan pekerja diselamatkan dari bawah reruntuhan gedung pencakar langit yang runtuh, kata Institut Kedokteran Darurat Nasional Thailand.

Chadchart Sittipunt mengatakan jumlah bangunan yang rusak belum diketahui dan inspeksi sedang dilakukan. Ia menghimbau masyarakat untuk berhati-hati.

Ibu kota Thailand telah juga dinyatakan sebagai daerah bencana menyusul gempa bumi itu.

Gubernur Bangkok telah ditugaskan untuk mengoordinasikan tanggap bencana, katanya.

Source: AGENCIES/ih

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan