Skip to main content
Iklan

Asia

Gempa dahsyat mengguncang Filipina tengah, korban tewas bertambah menjadi 27 orang

Gempa dahsyat mengguncang Filipina tengah, korban tewas bertambah menjadi 27 orang

Petugas penyelamat di depan bangunan yang rusak akibat gempa berkekuatan 6,9 skala Richter di Daanbantayan, Provinsi Cebu, Filipina, 1 Oktober 2025. Kotamadya Daanbantayan [Handout via REUTERS]

01 Oct 2025 09:04AM (Diperbarui: 01 Oct 2025 09:19AM)

MANILA: Korban tewas akibat gempa berkekuatan 6,9 skala Richter di Filipina tengah pada hari Selasa (30/9) telah meningkat menjadi 27 orang dengan lebih dari 140 orang terluka.

Para pejabat pada hari Rabu memperingatkan jumlah tersebut dapat bertambah seiring tim penyelamat mengakses bangunan yang runtuh.

Gempa bumi tersebut terjadi di lepas pantai Kota Bogo di Provinsi Cebu, wilayah Visayas tengah, tepat sebelum pukul 22.00, menyebabkan pemadaman listrik dan meruntuhkan bangunan, termasuk sebuah gereja yang berusia lebih dari 100 tahun.

Provinsi Cebu, salah satu tujuan wisata terpopuler di Filipina, dihuni oleh 3,4 juta orang. Bandara Internasional Mactan-Cebu, gerbang tersibuk kedua di negara itu, tetap beroperasi.

Gempa bumi paling parah melanda Cebu utara, termasuk San Remigio, yang ditetapkan dalam status bencana untuk memfasilitasi upaya tanggap darurat dan bantuan.

Alfie Reynes, Wakil Wali Kota San Remigio, meminta bantuan makanan dan air bagi para pengungsi, serta alat berat untuk membantu petugas SAR.

"Hujan deras dan tidak ada listrik, jadi kami sangat membutuhkan bantuan, terutama di wilayah utara karena terjadi kelangkaan air setelah jalur pasokan rusak akibat gempa bumi," ujar Reynes kepada radio DZMM.

Petugas penyelamat memeriksa kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,9 skala Richter di Daanbantayan, Provinsi Cebu, Filipina, 1 Oktober 2025. Kotamadya Daanbantayan [Handout via REUTERS]

Di kota tetangga, Bogo, dekat episentrum gempa, pasien rumah sakit dievakuasi dan gempa susulan yang kuat memaksa banyak penduduk untuk tetap berada di pusat-pusat evakuasi dan berada di jalanan.

Badan pemantau gempa bumi memperkirakan kedalaman gempa sekitar 10 km (6,2 mil) dan mencatat beberapa gempa susulan, dengan gempa terkuat berkekuatan 6 SR. Tidak ada ancaman tsunami setelah gempa tersebut.

Filipina terletak di "Cincin Api" Pasifik, tempat aktivitas vulkanik dan gempa bumi sering terjadi.

Negara ini mengalami dua gempa bumi besar pada bulan Januari, tanpa korban jiwa yang dilaporkan. Pada tahun 2023, gempa bumi lepas pantai berkekuatan 6,7 SR menewaskan delapan orang.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: AGENCIES/ih

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan