Anak ditusuk jarum suntik: Eks menteri Malaysia klaim diancam karena berbicara isu nasional
Mantan Menteri Ekonomi Rafizi Ramli mengatakan putranya yang berusia 12 tahun disuntik dengan jarum suntik di sebuah mal pada hari Rabu, diikuti oleh pesan teks anonim yang mengancam anak laki-laki itu dengan infeksi AIDS.
Beberapa jam setelah dugaan serangan jarum suntik terhadap putranya yang berusia 12 tahun pada 13 Agustus 2025, mantan menteri Rafizi Ramli mengatakan keluarganya menerima pesan-pesan ancaman yang memintanya untuk berhenti berbicara tentang isu-isu nasional. (Foto arsip: LinkedIn/Rafizi Ramli)
PUTRAJAYA: Beberapa jam setelah putranya diduga disuntik dengan jarum suntik di sebuah pusat perbelanjaan di Putrajaya, mantan menteri ekonomi Malaysia, Rafizi Ramli, mengatakan pada hari Kamis (14/8) bahwa keluarganya menerima pesan-pesan ancaman yang memintanya untuk berhenti berbicara tentang isu-isu nasional.
“Serangan itu jelas merupakan ancaman karena ada pesan-pesan yang dikirimkan kepada kami … menurut saya, ancaman-ancaman itu terkait dengan peran saya sebagai Anggota Parlemen dan sebagai politisi,” kata anggota parlemen untuk Pandan di Selangor tersebut dalam sebuah konferensi pers.
Dugaan serangan pada hari Rabu tersebut telah menuai kecaman dari para politisi dari kedua kubu, dengan Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyerukan penyelidikan segera dan transparan.
SERANGAN SUNTIK DAN ANCAMAN SMS
Menurut Rafizi, istri dan putranya yang berusia 12 tahun hendak memasuki mobil mereka setelah meninggalkan pusat perbelanjaan di Putrajaya sekitar pukul 13.45 ketika seorang pria menarik putranya dan menusuknya dengan jarum suntik. Tidak ada detail mengenai bagian tubuh anak laki-laki itu yang ditusuk.
“Menurut pandangan saya, serangan itu telah direncanakan sebelumnya,” kata Rafizi dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, menambahkan bahwa pemeriksaan yang dilakukannya sendiri mengungkapkan bahwa dua pria bersepeda motor telah mengikuti mobil istrinya sebelumnya.
Ia menggambarkan kedua penyerang—keduanya berpakaian hitam dan mengenakan helm full-face—menunggu “saat yang tepat” untuk menyerang putranya.
Anak laki-laki itu dalam kondisi stabil dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Universiti Putra Malaysia (UPM), lapor media lokal.
“Sepanjang karier saya sebagai politisi terkemuka, ini pertama kalinya keluarga saya menjadi sasaran serangan dan ancaman seperti itu,” ujar Rafizi dalam pernyataannya pada hari Rabu.
“Saya yakin serangan ini merupakan peringatan bagi saya untuk tidak vokal dalam berbagai isu … Saya tidak akan tunduk pada ancaman apa pun dan akan menjalankan tugas saya seperti biasa.”
Media Malaysia melaporkan bahwa kepala polisi Selangor, Shazeli Kahar, mengatakan pada hari Rabu bahwa pihak berwenang sedang melacak dua tersangka pria dan telah memperoleh rekaman CCTV dari mal tersebut.
Shazeli menambahkan bahwa insiden tersebut diyakini terjadi di area penjemputan dan pengantaran, tanpa menyebutkan lokasi mal yang sebenarnya.
Dalam pernyataannya pada hari Kamis, Rafizi mengatakan istrinya menerima dua pesan teks dari nomor tak dikenal setelah insiden tersebut, yang mengancam putra mereka dengan infeksi AIDS.
Pesan pertama datang tak lama setelah pukul 1 dini hari pada hari Kamis, berbunyi: "Diam. Kalau kau teruskan, AIDS," situs berita lokal Free Malaysia Today mengutip Rafizi. Pesan yang sama kembali masuk sekitar pukul 11 pagi, diikuti oleh tiga emoji jarum suntik.
Rafizi mengatakan ia telah melaporkan insiden terbaru ini ke polisi.
Mantan menteri ekonomi tersebut mengatakan dia menduga serangan itu terkait dengan kasus yang sedang diselidikinya, dan menambahkan bahwa ia baru saja bertemu dengan sekelompok whistleblower minggu lalu.
"Menurut saya, ini adalah upaya untuk membungkam saya dan mereka ingin saya menghentikan kasus ini," kata Rafizi pada hari Kamis, tanpa mengungkapkan kasus yang ia maksud.
Rafizi mengundurkan diri sebagai menteri ekonomi setelah kehilangan jabatan wakil presiden partai politiknya, Partai Keadilan Rakyat (PKR), kepada putri Anwar, Nurul Izzah Anwar, pada 23 Mei. Ia tetap berada di partai tersebut dan terus menjabat sebagai anggota parlemen untuk Pandan.
Pada awal Juli, Rafizi dan delapan anggota parlemen PKR lainnya menyerukan penyelidikan kerajaan dan investigasi parlemen atas kekosongan jabatan hakim tingkat tinggi, yang sebelumnya dilaporkan CNA merupakan ujian politik yang berat bagi Anwar.
Pada akhir bulan yang sama, Rafizi mendesak Komisi Anti-Korupsi Malaysia untuk membuka penyelidikan terhadap mantan ajudan politik Anwar atas tuduhan terkait izin eksplorasi mineral di Sabah.
KEKUTUK BIPARTISAN
Baik pemerintah maupun politisi lintas partai telah mengecam dugaan serangan tersebut.
Dalam pernyataan singkat pada hari Rabu, Anwar mengatakan ia telah memberi tahu Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution Ismail untuk memastikan penyelidikan "segera dan transparan" atas apa yang ia sebut sebagai serangan "jahat" dan "berbahaya".
Koalisi oposisi Malaysia, Perikatan Nasional, juga mengutuk serangan tersebut. Ketua Oposisi Takiyuddin Hassan menyebut serangan itu "sama sekali tidak dapat diterima".
"Perbedaan pandangan politik tidak boleh berujung pada ancaman atau kekerasan fisik, terutama jika melibatkan anak-anak," ujar Takiyuddin, seperti dikutip media lokal.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.