Skip to main content
Iklan

Asia

China ingin bekerja sama dengan Indonesia demi mengatasi risiko dan tantangan: PM Li 

China ingin bekerja sama dengan Indonesia demi mengatasi risiko dan tantangan: PM Li 

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri China Li Qiang memeriksa barisan kehormatan selama upacara penyambutan, pada hari pertemuan mereka, di Istana Merdeka di Jakarta, Indonesia pada 25 Mei 2025. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

26 May 2025 03:07PM (Diperbarui: 26 May 2025 03:08PM)

JAKARTA: China bersedia bekerja sama dengan Indonesia untuk memperkuat kerja sama, meningkatkan rasa saling percaya politik dan koordinasi strategis ke tingkat yang lebih tinggi, serta bersama-sama mengatasi risiko dan tantangan, kata Perdana Menteri Li Qiang pada Minggu (25/5).

Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Li mengatakan kedua pihak harus menjajaki kerja sama di bidang-bidang seperti keuangan, energi baru, ekonomi digital, kecerdasan buatan, kedirgantaraan, dan sektor maritim, kantor berita resmi Xinhua melaporkan.

Di tengah perang dagang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat, China berusaha membangun koalisi global, mengintensifkan keterlibatannya dengan negara-negara seperti Indonesia.

Awal bulan ini, Beijing dan Washington menyetujui gencatan senjata tarif selama 90 hari. Sementara itu, Indonesia - yang mitra dagang terbesarnya adalah China - telah menawarkan beberapa konsesi kepada AS untuk meringankan tarif yang dikenakan pada ekspornya.

Setelah pembicaraan antara Prabowo dan Li, kedua belah pihak menyaksikan penandatanganan serangkaian perjanjian kerja sama yang mencakup bidang-bidang seperti kebijakan pembangunan ekonomi, rantai industri dan pasokan, serta kerja sama keuangan, demikian dilaporkan Xinhua.

Li sedang dalam kunjungan tiga hari ke Indonesia sebelum berangkat ke Malaysia untuk menghadiri KTT ASEAN-GCC-China. 

Li juga mengatakan kepada Prabowo bahwa munculnya "unilateralisme dan proteksionisme" dapat mengancam tatanan ekonomi dan perdagangan global, saat ia menegaskan kembali hubungan Beijing dengan Jakarta.

ANCAMAN SERIUS BAGI TATANAN GLOBAL

"Unilateralisme dan proteksionisme sedang meningkat secara global, menimbulkan ancaman serius bagi tatanan ekonomi dan perdagangan internasional," kata Li menurut kantor berita negara Xinhua.

"Dalam menghadapi risiko ini, persatuan dan kerja sama adalah satu-satunya jalan yang layak untuk maju."

Beijing dan Jakarta adalah sekutu ekonomi utama, dengan perusahaan-perusahaan China menggelontorkan modal untuk mengekstraksi sumber daya alam Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di sektor nikel.

Namun, klaim kedua negara yang disengketakan atas jalur perairan strategis Laut Cina Selatan dan wilayah-wilayah di dekatnya telah membebani hubungan mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Li mengatakan Beijing sangat ingin memajukan kerja sama dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara tersebut.

"China siap bekerja sama dengan Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya untuk ... menegakkan multilateralisme dan perdagangan bebas, serta memajukan dunia multipolar dan globalisasi yang inklusif," kata Li.

Prabowo juga menggemakan persahabatan Indonesia yang "dekat dan baik" dengan China. 

"Indonesia siap menciptakan kawasan yang aman dan makmur. Indonesia siap memperkuat kerja sama dengan China agar kita dapat menciptakan kawasan yang damai, yang aman bagi semua," kata Prabowo.
 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: AGENCIES/CNA/ih

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan