Skip to main content
Iklan

Asia

'Awas, nanti meledak’: Paket bom hoax yang mencurigakan memicu kepanikan di KLIA

'Awas, nanti meledak’: Paket bom hoax yang mencurigakan memicu kepanikan di KLIA

Unit penjinak bom dipanggil dan robot digunakan untuk menghancurkan paket mencurigakan di terminal kargo KLIA pada Kamis, 25 April. (Foto: Polis Diraja Malaysia, PDRM)

PUTRAJAYA: Pusat Kargo Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) gempar saat pemindai menerima paket berisi ancaman bom pada Kamis (25 April).

Kapolres KLIA ACP Azman Syari'at mengatakan, polisi menerima laporan pada pukul 13.30 WIB dari petugas yang mengoperasikan mesin pemindai tentang ditemukannya paket yang ditujukan kepada seseorang di Limbang, Sarawak.

Petugas yang memeriksa melihat paket yang bertuliskan 'Awas, jangan lempar, nanti meledak, ini bom', saat sedang dipindai. Paket tersebut diduga berisi baterai dan beberapa kabel, kata ACP Azman.

Ditambahkannya, setelah itu Unit Penjinak Bom Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) telah melakukan tindakan penyelaman sesuai standar operasi prosedur (SOP) yaitu menembak dengan menggunakan "pigstick” yang dipasang pada robotika dan tidak terjadi ledakan.

Setelah dilakukan prosedur pengambilan gambar, ternyata paket tersebut berisi laptop dan kabel charger ponsel.

“Tadi pada tindakan pendeteksian menggunakan anjing pendeteksi K9 juga ditemukan bahan negatif peledak. Namun masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut sesuai Pasal 506 KUHP karena adanya ancaman pidana,” ujarnya.

Menurut Azman setelah menerima laporan, tim polisi diberangkatkan ke lokasi, dan unit K-9 juga diberangkatkan, tambahnya.

“Polisi segera melakukan penyelidikan. Deteksi menggunakan anjing dari unit K-9 menunjukkan negatif bahan peledak,” kata Azman, dikutip dari Malay Mail.

Namun tetap saja, prosedur operasi standar telah diikuti dan Unit Penjinak Bom dipanggil dan paket tersebut dihancurkan menggunakan unit robot, tanpa terjadi ledakan.

Pihak berwenang menghubungi pengirim paket yang berada di Kuala Lumpur dan dia mengkonfirmasi isinya.

Polisi mengatakan pengirimnya sedang diselidiki berdasarkan Pasal 506 KUHP karena ancaman pidana.

Polisi baru-baru ini menggandakan kekuatan staf dan meningkatkan patroli di KLIA setelah Terminal 1 bandara menjadi lokasi penembakan pada 14 April yang menyebabkan satu orang terluka.

Source: AGENCIES/ih

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan