Bocah 5 tahun asal Indonesia dipukul dengan botol wine saat liburan di Singapura
Pelaku yang juga membawa pisau di tasnya tiba-tiba memukul kepala korban dengan botol wine di Haji Lane.
Haji Lane di Singapura. (iStock)
SINGAPURA: Seorang bocah berusia lima tahun asal Indonesia menjadi korban penyerangan saat liburan di Singapura. Dia mengalami luka di kepala setelah seorang pria tak dikenal tiba-tiba memukulnya dengan botol wine.
Seperti dikutip dari Shin Min Daily News, insiden ini terjadi pada Jumat (20/6) lalu di Haji Lane. Ketika itu, kedua orang tua korban membeli kopi di sebuah kafe lalu bersama anak-anaknya duduk di luar, menunggu waktu salat Jumat di Masjid Sultan.
Tiba-tiba datang seorang pria yang langsung memukul kepala bocah itu dengan botol wine atau bir. Media Mothership memberitakan, botol itu pecah dan korban langsung muntah.
Peristiwa itu mengejutkan orangtua korban yang langsung berkelahi dengan pelaku.
Para staf kafe dan orang-orang di sekitar memberikan pertolongan dan memanggil ambulans. Pelaku akhirnya diringkus, dan berhasil digagalkan ketika berusaha mengeluarkan pisau dari dalam tasnya.
Menurut saksi, pelaku saat itu terus tertawa usai melakukan penyerangan. Polisi kemudian datang dan langsung menangkap pelaku.
Dalam dokumen pengadilan, pelaku diketahui bernama Xu Chaoyu, warga China berusia 26 tahun. Dia didakwa karena membawa pisau dapur sepanjang 30cm di tempat publik. Dia juga didakwa karena berada di Singapura melebihi izin tinggal (overstayer).
Belum diketahui apa dakwaan dan ancaman hukuman bagi pelaku atas penyerangan turis Indonesia tersebut.
KORBAN PERTAMA KALI KE SINGAPURA
Winda, ibunda korban, melalui akunnya di Thread menceritakan bahwa itu adalah kali pertama putranya ke Singapura dan naik pesawat. Rencananya mereka liburan selama tujuh hari di Singapura dan peristiwa nahas itu terjadi di hari kelima.
"Kejadian seperti kilat secara cepat tanpa bisa saya tangkis," kata dia.
Dia mengatakan, 15 menit setelah penyerangan ambulans datang untuk membawa putranya ke rumah sakit. Berbicara kepada Mothership, Winda mengatakan bahwa peristiwa ini masih sulit dipercaya.
"Saya sangat yakin Singapura adalah negara yang aman, itulah mengapa sulit bagi kami untuk menerima apa yang terjadi," kata dia.
Dalam postingan terbarunya di Thread pada Selasa (24/6), Winda mengatakan telah memeriksakan anaknya ke KK Hospital di Singapura dan dilakukan X-ray. "Hasilnya alhamdulillah baik," kata dia.
Setelah diyakini kondisi anaknya stabil, Winda dan keluarga akhirnya pulang ke kampung halaman mereka di Yogyakarta.
"Terima kasih semua atas perhatian dan doa tulus untuk kami sekeluarga. Semoga trauma anak-anak saya dan suami akan mereda by time," kata dia.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.