Skip to main content
Iklan

Asia

Banjir bandang tewaskan hampir 400 orang di Pakistan

Banjir bandang tewaskan hampir 400 orang di Pakistan

Warga Desa Dalori Bala di distrik Gadoon di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, berjalan di puing-puing rumah yang hancur setelah bencana banjir pandang, 19 Agustus 2025. (Foto: Reuters/Akhtar Soomro)

PAKISTAN: Hujan deras dan banjir bandang yang terjadi di bagian utara Pakistan sejak pekan lalu telah menewaskan hampir 400 orang. Korban diperkirakan masih akan terus bertambah seiring upaya pencarian yang masih dilakukan.

Menurut Otoritas Manajemen Bencana Nasional Pakistan (NDMA) pada Selasa (19/8), sedikitnya 356 orang tewas di provinsi Kyber Pakhtunkwa sejak Kamis malam lalu ketika banjir bandang menerjang desa-desa. Puluhan lainnya juga dilaporkan meninggal dunia di provinsi tetangga, menjadikan korban tewas mencapai hampir 400 orang.

Di desa Dalori Bala yang terdampak parah, tim penyelamat menggali lumpur dan puing untuk mencari warga yang masih dilaporkan hilang.

“Penderitaan kami tak bisa dijelaskan. Dalam hitungan menit, kami kehilangan segalanya. Hidup kami hancur,” kata Umar Islam, buruh berusia 31 tahun yang ayahnya meninggal pada bencana Senin lalu, dikutip dari AFP.

Warga lain, Fazal Akbar, menyebut banjir itu “mengerikan”.

“Semua terjadi begitu cepat sampai tidak ada seorang pun sempat bereaksi. Dari masjid diumumkan agar warga segera menyelamatkan diri. Kurang dari 20 menit, desa kami rata dengan tanah,” ujarnya.

Warga berkumpul saat petugas penyelamat mencari korban, setelah banjir bandang menyapu desa Dalori Bala di distrik Gadoon di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, 19 Agustus 2025. (Foto: Reuters/Akhtar Soomro)

Warga desa Dalori Bala yang terdiri dari sekitar 100 rumah beton di pegunungan distrik Swabi mengatakan, banjir bandang membawa serta bebatuan besar yang merobohkan dinding dan atap rumah saat warga bersiap berangkat kerja pada Senin pagi.

“Semua berawal dari suara menggelegar yang menakutkan sekitar pukul 08.00,” kata Zeeshan Ali, mahasiswa 20 tahun, kepada Reuters. “Dalam sekejap, semuanya tersapu habis.”

Kerbau-kerbaunya serta barang-barang lain, termasuk peralatan elektronik, ikut hanyut, meski keluarganya berhasil menyelamatkan diri.

Banyak jalan tergerus banjir sehingga menyulitkan upaya penyelamatan, sementara jaringan telepon yang rusak membuat sebagian wilayah provinsi terputus akses komunikasinya.

Di Pakistan selatan, hujan lebat juga membanjiri jalan-jalan utama di kota pelabuhan Karachi, menyebabkan kemacetan parah dan pemadaman listrik pada Selasa, kata juru bicara pemerintah daerah.

NDMA telah memperingatkan adanya periode monsun yang lebih intens di seluruh Pakistan hingga 10 September mendatang.

Musim monsun tahun ini yang terjadi sejak 26 Juni di Pakistan telah menewaskan lebih dari 700 orang dan melukai hampir 1.000 lainnya.

Pakistan, salah satu negara paling rentan dampak perubahan iklim, kerap menghadapi cuaca ekstrem. Pada 2022, banjir monsun menenggelamkan sepertiga wilayah negara itu dan menewaskan sekitar 1.700 orang.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Reuters/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan