Korban tewas banjir bandang Nepal-Tibet hampir 400 orang, 1.400 lainnya masih hilang
Tim SAT berpacu dengan waktu mengevakuasi para penyintas dari daerah terdampak, sementara tentara Nepal menggunakan anjing pelacak untuk mencari jenazah.
Seorang penyintas banjir kembali ke rumahnya setelah banjir bandang di Desa Devighat, Distrik Nuwakot, Nepal, 27 Agustus 2026. (FOTO: EPA/NARENDRA SHRESTHA)
BIDUR, Nepal: Tim SAR menerobos lumpur pada Kamis (27/8) untuk mencari lebih dari 1.400 orang yang masih hilang setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda perbatasan Nepal-Tibet. Sementara jumlah korban tewas terus bertambah menjadi 392 orang, terutama di desa-desa yang tersapu habis.
Para ahli memperingatkan adanya risiko banjir susulan sehari setelah banjir bandang menyerupai tsunami menyapu permukiman dengan air sedingin es yang bercampur lumpur dan bebatuan, menghancurkan rumah-rumah, merobohkan jembatan dan bendungan, serta menyeret kendaraan seperti mainan.
Banyak dari mereka yang hilang adalah wisatawan asing, termasuk para pendaki di negara Himalaya itu, serta puluhan peziarah Hindu yang menuju Gunung Kailash yang diselimuti salju di Tibet.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperlihatkan, bencana tersebut disebabkan oleh runtuhnya gletser yang memicu aliran besar puing-puing es.
Perubahan iklim menyebabkan gletser mencair di seluruh dunia sehingga meningkatkan risiko banjir danau glasial dan keruntuhan gletser.
Tim darurat berpacu mengevakuasi para penyintas dari daerah terdampak, sementara tentara Nepal menggunakan anjing pelacak untuk mencari jenazah yang terkubur di bawah timbunan lumpur.
“Ini seperti kuburan raksasa,” kata Omkar Joshi, petugas bea cukai Nepal berusia 35 tahun yang diselamatkan dari puncak bukit di kota perbatasan Timure, kepada AFP. “Pasir dan kerikil memerah karena darah manusia.”
Polisi Nepal menyatakan telah menemukan 389 jenazah.
Sebanyak 910 orang lainnya, termasuk 517 wisatawan asing, tidak dapat dihubungi di negara itu. Beijing mengatakan, 100 warga China - yang tidak termasuk dalam angka tersebut - juga hilang di Nepal.
Warga India merupakan kelompok warga asing terbanyak yang hilang, sementara Amerika Serikat mengatakan 90 warganya tidak dapat dihubungi.
Di China, media pemerintah mengatakan, “bencana longsor lumpur” di Pelabuhan Gyirong, Tibet, menewaskan tiga orang, sementara 558 orang, termasuk 260 warga asing, hilang.
Perdana Menteri Nepal Balendra Shah, yang menyerukan agar seluruh negeri “bersatu” beberapa jam setelah bencana, mengunjungi sejumlah daerah yang paling parah terdampak pada Kamis.
Shah meminta pemerintah daerah untuk “segera memberikan bantuan kepada keluarga yang mengungsi” dan membuka kembali jalan yang terputus.
Warga asing lain yang tidak dapat dihubungi berasal dari Australia, Inggris, Malaysia, Belanda, Portugal, Afrika Selatan, dan Korea Selatan, menurut badan pariwisata Nepal.
Pemimpin spiritual Buddha Dalai Lama, yang hidup dalam pengasingan di India, mengatakan, ia akan “berdoa bagi semua orang yang kehilangan nyawa”.
RUNTUHNYA GLETSER
USGS menyatakan, runtuhnya gletser memicu aktivitas seismik dan menimbulkan dampak “katastrofik” di wilayah hilir Nepal dan Tibet.
“Peristiwa ini awalnya dilaporkan sebagai gempa berkekuatan magnitudo 4,4,” kata USGS, tetapi setelah rekaman seismik dianalisis, peristiwa itu diketahui sebagai “runtuhnya gletser dan aliran puing”.
Kekhawatiran akan kemungkinan banjir susulan masih ada karena air tertahan oleh timbunan puing dalam jumlah besar yang menyumbat lembah.
“Karena sumbatan masih tertahan di bagian hulu sungai perbatasan Nepal-China, pihak berwenang memperingatkan banjir kedua mungkin terjadi,” kata Qianggong Zhang, kepala bidang risiko iklim dan lingkungan di International Centre for Integrated Mountain Development yang berbasis di Kathmandu.
Divisi Prakiraan Banjir Kathmandu mengeluarkan “pemberitahuan khusus” pada Kamis, memperingatkan adanya danau yang terus membesar di balik timbunan puing akibat longsor dan menyerukan kewaspadaan tinggi.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.