Skip to main content
Iklan

Asia

Babak baru misteri MH370: Malaysia lanjutkan pencarian pesawat yang hilang 11 tahun lalu

Pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 akan dilanjutkan pada 30 Desember, 11 tahun setelah hilang dengan 239 orang di dalamnya.

Babak baru misteri MH370: Malaysia lanjutkan pencarian pesawat yang hilang 11 tahun lalu

Jiang Hui, yang kehilangan ibunya dalam penerbangan Malaysia Airlines MH370, berbicara kepada media di Beijing, Tiongkok, 8 Maret 2025. (Foto: EPA/JESSICA LEE)

KUALA LUMPUR: Pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 akan dilanjutkan kembali pada 30 Desember, kata Kementerian Transportasi pada Rabu (3/12).

Hilangnya pesawat Boeing 777 itu dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing, China, lebih dari satu dekade lalu menjadi salah satu misteri terbesar dalam dunia penerbangan. Sebanyak 227 penumpang dan 12 awak pesawat ikut hilang.

Berbagai operasi pencarian telah dilakukan sejak 2014, namun semuanya tidak membuahkan hasil.

Pencarian terakhir di Samudra Hindia bagian selatan dihentikan pada April lalu karena kondisi cuaca buruk, setelah berlangsung hanya beberapa minggu.

Perusahaan eksplorasi Ocean Infinity telah mengonfirmasi bahwa mereka akan melanjutkan operasi pencarian dasar laut secara berkala selama 55 hari, kata pihak kementerian.

 

Kapal Australia, Ocean Shield, ikut serta dalam pencarian penerbangan MH370. (Gambar: The Associated Press)

“Pencarian akan dilakukan di area target yang dinilai memiliki probabilitas tertinggi untuk menemukan pesawat tersebut,” menurut pernyataan Kementerian Transportasi. Lokasi pastinya belum diberikan.

Tim penyelidik Malaysia awalnya tidak menutup kemungkinan pesawat sengaja dibelokkan dari jalur penerbangannya. Puing-puing telah ditemukan terdampar di sepanjang pantai Afrika dan pulau-pulau di Samudra Hindia. Di antaranya ada yang telah dikonfirmasi, sementara yang lainnya belum diketahui apakah berasal dari pesawat tersebut.

OPERASI DASAR LAUT

Pencarian bangkai pesawat akan dilanjutkan kembali sesuai dengan syarat dan ketentuan yang disepakati antara pemerintah dan Ocean Infinity, kata pihak kementerian.

Malaysia akan membayar perusahaan tersebut sebesar US$70 juta (Rp1,16 triliun) jika potongan besar pesawat ditemukan di dasar laut pada area seluas 15.000km² di Samudra Hindia bagian selatan.

Ocean Infinity telah melakukan pencarian sebelumnya hingga 2018 namun gagal menemukan bangkai pesawat yang berukuran signifikan.

Laporan setebal 495 halaman mengenai hilangnya pesawat tersebut pada 2018 menyatakan bahwa kendali Boeing 777 kemungkinan dimanipulasi secara sengaja hingga keluar jalur, namun para penyelidik tidak dapat menentukan siapa pelakunya dan tidak memberikan kesimpulan final mengenai apa yang terjadi. Menurut mereka, hal itu baru bisa terungkap dengan ditemukannya bangkai pesawat.

Penyelidik mengatakan tidak ada hal mencurigakan dalam latar belakang, kondisi keuangan, pelatihan, maupun kesehatan mental kapten dan kopilot.

Lebih dari 150 penumpang dalam penerbangan tersebut adalah warga negara China. Penumpang lainnya termasuk 50 warga negara Malaysia serta yang berasal dari Prancis, Australia, Indonesia, India, Amerika Serikat, Ukraina, dan Kanada.

Kerabat penumpang telah menuntut kompensasi dari berbagai pihak, di antaranya Malaysia Airlines, Boeing, produsen mesin pesawat Rolls-Royce, dan grup asuransi Allianz.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Reuters/jt/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan