Australia desak Roblox dan Minecraft paparkan soal langkah perlindungan anak
Regulator internet Australia meminta Roblox, Minecraft, dan platform gim lain menjelaskan langkah perlindungan anak dari predator seksual dan radikalisasi melalui pemberitahuan yang mengikat secara hukum.
Seorang anak di Jakarta sedang bermain gim daring, 12 Maret 2026. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
SYDNEY: Regulator internet Australia pada Rabu (22/4) meminta platform gim daring termasuk Roblox dan Minecraft milik Microsoft untuk menjelaskan bagaimana mereka melindungi anak-anak dari bujuk rayu predator seksual serta melindungi pengguna muda dari radikalisasi.
Komisioner eSafety mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan pemberitahuan transparansi yang dapat ditegakkan secara hukum kepada Roblox, Minecraft, Fortnite milik Epic Games, dan Steam milik Valve, guna meminta rincian sistem keselamatan, sumber daya manusia, serta langkah-langkah yang selaras dengan protokol keamanan siber.
eSafety merupakan badan keselamatan daring independen dari Pemerintah Australia yang dibentuk tahun 2015 yang awalnya fokus untuk melindungi anak muda Australia dari perundungan daring di media sosial dan menghentikan peredaran materi pelecehan seksual secara daring.
Perusahaan gim daring wajib menanggapi pemberitahuan tersebut. Apabila gagal mematuhi pemberitahuan itu dapat berujung pada denda hingga A$825.000 (Rp14,3 miliar) per hari. Mereka biasanya memiliki waktu 30 hari untuk merespons pemberitahuan kepatuhan dari regulator Australia.
Komisioner eSafety Julie Inman Grant mengatakan, layanan terkait gim, termasuk pesan terenkripsi, dapat menjadi titik kontak awal antara anak-anak dan pelaku yang terlibat dalam bujuk rayu, pemerasan seksual, dan radikalisasi.
“Apa yang sering kami lihat setelah pelaku melakukan kontak dengan anak-anak di lingkungan gim daring, mereka kemudian memindahkan anak-anak ke layanan pesan pribadi,” kata Inman Grant dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters.
Ia menambahkan, platform gim juga berfungsi sebagai ruang sosial utama bagi anak-anak. Sembilan dari 10 warga Australia berusia 8 hingga 17 tahun pernah bermain gim daring.
“Orang dewasa predator mengetahui hal ini dan menargetkan anak-anak melalui bujuk rayu atau dengan menyisipkan narasi teroris dan ekstremisme kekerasan dalam permainan, yang meningkatkan risiko kejahatan, radikalisasi, dan dampak berbahaya lainnya di luar platform,” tuturnya.
Microsoft menyatakan sedang meninjau pemberitahuan dari regulator tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan anak-anak di dunia daring merupakan hal yang serius.
“Kami terus mengembangkan pendekatan kami untuk menghadapi ancaman dan lanskap regulasi yang terus berubah,” kata juru bicara mereka melalui surel.
Sementara Roblox mengatakan, pihaknya menggunakan kecerdasan buatan untuk meninjau dan memblokir konten yang memicu atau memuliakan kelompok atau individu ekstremis, serta dengan cepat menghapus konten kekerasan.
“Meskipun tidak ada sistem yang sempurna, komitmen kami terhadap keselamatan tidak pernah berhenti, dan kami akan terus bekerja sama erat dengan eSafety untuk tujuan bersama menjaga keselamatan anak-anak Australia,” kata juru bicara Roblox.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya pengawasan terhadap bagaimana platform gim mendeteksi dan mencegah ancaman daring terhadap anak di bawah umur, terutama karena percakapan waktu nyata (realtime) dengan pengguna tak dikenal di beberapa platform lebih sulit diawasi oleh sistem otomatis dibandingkan media sosial tradisional.
Pada Selasa, Roblox mencapai penyelesaian dengan negara bagian Alabama dan West Virginia di Amerika Serikat atas tuduhan gagal melindungi pengguna muda, dengan menyetujui untuk membayar lebih dari US$23 juta dan melakukan perubahan pada cara anak-anak mengakses fitur obrolan dan permainan.
Roblox juga menghadapi lebih dari 140 gugatan di pengadilan federal AS yang menuduh perusahaan tersebut secara sadar memfasilitasi eksploitasi seksual anak.
Di tengah penanganan berbagai persoalan hukum tersebut, Roblox pekan lalu mengatakan akan memperkenalkan akun yang disesuaikan untuk pengguna lebih muda mulai Juni, dengan menempatkan anak usia 5 hingga 8 tahun dalam “Roblox Kids” dan pengguna usia 9 hingga 15 tahun dalam “Roblox Select.”
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.