Skip to main content
Iklan

Asia

AS mulai blokade pelabuhan Iran, harga minyak melemah di tengah harapan dialog

Amerika Serikat mulai memblokade pelabuhan Iran di Selat Hormuz yang meningkatkan ketegangan situasi di kawasan teluk dan ketidakpastian pasokan energi global.

AS mulai blokade pelabuhan Iran, harga minyak melemah di tengah harapan dialog

Kapal-kapal dan sebuah perahu di Selat Hormuz, lepas pantai Provinsi Musandam, Oman, 12 April 2026. (REUTERS)

WASHINGTON: Militer Amerika Serikat memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz hingga memicu kemarahan Teheran dan menambah ketidakpastian di jalur perairan penting, meskipun harapan akan dialog untuk mengakhiri konflik memberikan sedikit kelegaan bagi pasar minyak, di mana harga acuan turun di bawah US$100 pada Selasa (14/4).

Setelah pembicaraan di Islamabad antara Amerika Serikat dan Iran mengalami kebuntuan, seorang pejabat AS mengatakan bahwa komunikasi masih berlangsung dan ada kemajuan menuju kesepakatan. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyatakan bahwa upaya penyelesaian konflik masih berjalan.

Presiden AS Donald Trump menuturkan, Iran telah menghubungi Washington pada Senin dan ingin mencapai kesepakatan. Namun, ia menegaskan tidak akan menyetujui perjanjian yang memungkinkan Teheran memiliki senjata nuklir.

Sejak Amerika Serikat dan Israel memulai perang pada 28 Februari, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz bagi semua kapal kecuali miliknya sendiri. Mereka menyatakan bahwa pelayaran hanya diizinkan di bawah kendali Iran dan dikenakan biaya. Dampaknya meluas, mengingat hampir seperlima pasokan minyak dan gas dunia sebelumnya melewati jalur sempit tersebut.

 

Trump menyatakan, Washington akan memblokir kapal Iran serta kapal mana pun yang membayar biaya tersebut dan kapal cepat Iran yang mendekati blokade akan dihancurkan. Teheran mengancam akan menyerang kapal militer yang melintas di selat tersebut dan membalas terhadap pelabuhan negara-negara Teluk.

Data pelayaran dari LSEG menunjukkan, kapal tanker minyak dan bahan kimia milik China, Rich Starry, melintasi Selat Hormuz pada Selasa—yang pertama sejak blokade AS dimulai pada pukul 10.00 waktu pantai Timur AS (21.00 WIB) pada Senin. Kapal tersebut sebelumnya sempat berbalik arah beberapa menit setelah mendekati selat.

Blokade AS semakin memperburuk prospek keamanan energi global serta pasokan berbagai barang yang bergantung pada minyak. Selain itu, langkah ini juga tampaknya minim dukungan internasional.

Negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), termasuk Inggris dan Prancis, menyatakan tidak akan terlibat dalam konflik dengan ikut serta dalam blokade, dan menekankan pentingnya membuka kembali jalur pelayaran tersebut.

 

Sebuah kapal di Selat Hormuz, lepas pantai Provinsi Musandam, Oman, 12 April 2026. (REUTERS/Foto Arsip)

Meski pembicaraan AS-Iran pada Minggu gagal, Wakil Presiden AS, JD Vance yang memimpin delegasi AS mengatakan kepada Fox News bahwa AS telah membuat “banyak kemajuan” dengan menyampaikan kepada Teheran area kompromi yang mungkin dilakukan dan batas yang tidak dapat dinegosiasikan.

Ia menegaskan bahwa Trump bersikeras seluruh material nuklir yang telah diperkaya harus dikeluarkan dari Iran. Di samping itu, harus ada mekanisme untuk memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.

Teheran “bergerak sesuai arahan kami, itulah sebabnya kami melihat ada tanda-tanda positif, tetapi mereka belum bergerak cukup jauh,” kata Vance tanpa merinci lebih lanjut.

GENCATAN SENJATA TERANCAM

Gencatan senjata yang menghentikan enam minggu serangan udara AS-Israel dan serangan balasan Iran di kawasan Teluk kini berada dalam ancaman, dengan hanya tersisa satu minggu masa berlaku.

Komando Pusat militer AS menyatakan, blokade akan “diberlakukan dengan tidak memihak kapal semua negara” yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran di Teluk dan Teluk Oman. Namun, blokade tidak akan menghambat pelayaran netral melalui Selat Hormuz menuju atau dari tujuan non-Iran.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sedang menggerakkan tangannya saat menyampaikan pidato di Ronald Reagan Presidential Foundation and Institute di Washington D.C., AS, pada 9 April 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Juru bicara militer Iran menyebut pembatasan AS terhadap pelayaran internasional sebagai “pembajakan”, dan memperingatkan bahwa jika pelabuhan Iran terancam, maka tidak ada pelabuhan di Teluk atau Teluk Oman yang akan aman. Garda Revolusi Iran juga menyatakan kapal militer yang mendekati selat akan melanggar gencatan senjata.

Trump menyampaikan, angkatan laut Iran telah “hancur total” selama perang dan hanya menyisakan sejumlah kecil kapal cepat.

“Peringatan: Jika kapal-kapal ini mendekati BLOKADE kami, mereka akan segera DIHANCURKAN dengan sistem yang sama seperti yang kami gunakan terhadap kapal pengedar narkoba di laut. Cepat dan brutal,” tulis Trump di media sosial.

Ia tampaknya merujuk pada serangan AS terhadap kapal yang diduga membawa narkoba di Karibia dan Pasifik, yang sejak September telah menewaskan lebih dari 160 orang. Militer AS belum memberikan bukti bahwa kapal-kapal tersebut membawa narkotika.

LEBANON HADAPI SERANGAN

Di tengah ketidakpopuleran perang di dalam negeri dan kenaikan harga energi yang memicu tekanan politik, Trump menghentikan sementara kampanye pengeboman AS-Israel pekan lalu setelah sebelumnya mengancam akan menghancurkan “seluruh peradaban” Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

Dalam surat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Senin, delegasi Iran meminta kompensasi dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Yordania. Iran menuduh negara-negara tersebut mengizinkan wilayahnya digunakan dalam perang AS-Israel melawan Iran.

Israel terus menggempur Lebanon dan pada Senin melancarkan serangan darat untuk merebut sebuah kota penting di Lebanon selatan dari kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Militer Israel pada Selasa menyatakan seorang tentaranya tewas dan tiga personel cadangan terluka dalam pertempuran tersebut.

Israel dan AS menyatakan, operasi terhadap Hizbullah tidak termasuk dalam gencatan senjata, sementara Iran bersikeras sebaliknya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/ar(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan