Skip to main content
Iklan

Asia

AirBorneo bidik ekspansi ASEAN usai luncurkan rute Singapura-Sarawak

Dalam dua bulan ke depan, maskapai milik pemerintah Sarawak itu akan segera terbang ke Jakarta setelah memperoleh alokasi slot di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

AirBorneo bidik ekspansi ASEAN usai luncurkan rute Singapura-Sarawak

Sebuah pesawat Boeing B737-800 milik AirBorneo tiba di Terminal 4 Bandara Changi Singapura pada 22 Juli 2026, menandai peluncuran rute internasional pertama maskapai tersebut bertepatan dengan Hari Sarawak. (Foto: AirBorneo)

SINGAPURA: Maskapai milik pemerintah Sarawak, AirBorneo Airways, mencatat permintaan yang tinggi untuk penerbangan pada periode Tahun Baru Imlek tahun depan. Tiket rute baru Singapura-Kuching telah terpesan sekitar 80 persen, kata Chief Executive Officer (CEO) AirBorneo Megat Ardian Aminuddin pada Kamis (23/7).

Hal tersebut terjadi di tengah persiapan maskapai memperluas armada dan jaringan regionalnya di Asia Tenggara.

Megat mengatakan, tiket untuk rute tersebut mulai dijual pada 13 Juli. Sejak saat itu, pemesanan untuk 10 hari musim libur Tahun Baru Imlek 2027 rata-rata telah mencapai 80 persen.

Tahun Baru Imlek tahun depan jatuh pada 6 Februari.

"Itulah target kami, mencapai tingkat pemesanan 80 persen," katanya dalam sesi media di Grand Hyatt Singapore.

AirBorneo meluncurkan penerbangan internasional pertamanya pada Rabu (22/7), dengan mengoperasikan pesawat Boeing B737-800 pada rute Kuching-Singapura melalui Terminal 4 Bandara Changi, setelah sebelumnya membuka layanan Kuching-Kuala Lumpur pada Senin.

Para karyawan dan perwakilan AirBorneo di Bandara Changi Singapura pada 22 Juli 2026 merayakan peluncuran rute internasional pertama maskapai tersebut yang menghubungkan Kuching dan Singapura. (Foto: AirBorneo)

Dalam sebuah pernyataan, Chairman AirBorneo Amar Haji Mohamad Abu Bakar Marzuki menyebut, peluncuran tersebut sebagai "tonggak penting" bagi maskapai maupun Sarawak. Langkah itu mencerminkan komitmen AirBorneo untuk memperkuat konektivitas, memperluas peluang, serta mendukung aspirasi ekonomi jangka panjang negara bagian tersebut.

"Singapura merupakan gerbang regional yang penting, dan rute baru ini akan memperkuat pariwisata, perdagangan, investasi, serta hubungan antarmasyarakat antara Sarawak dan Singapura," ujarnya.

Senada dengan itu, Megat mengatakan, Singapura merupakan "pilihan yang alami" sebagai destinasi internasional pertama AirBorneo, mengingat eratnya hubungan ekonomi antara Sarawak dan "salah satu pusat penerbangan serta perdagangan utama di kawasan".

Saat ini, AirBorneo mengoperasikan satu penerbangan setiap hari untuk rute Kuching-Singapura dan Kuching-Kuala Lumpur. Maskapai menyebut, kedua rute itu sebagai awal dari strategi ekspansi internasionalnya.

Sebelum AirBorneo beroperasi, hanya Scoot dan AirAsia yang melayani penerbangan langsung antara Singapura dan Kuching.

Para penumpang naik ke pesawat AirBorneo dalam penerbangan perdana dari Bandara Internasional Kuching menuju Singapura pada 22 Juli 2026. (Foto: AirBorneo)

Dalam sesi media pada Kamis (23/7), Megat mengatakan, AirBorneo saat ini mengoperasikan dua pesawat jet yang melayani Singapura dan Kuala Lumpur. Rencananya, maskapai akan menambah menjadi lima pesawat pada akhir tahun ini.

Penambahan armada itu ditujukan untuk meningkatkan frekuensi penerbangan ke Singapura dan Kuala Lumpur, sekaligus membuka rute internasional baru.

Megat menuturkan, AirBorneo berencana memperluas jaringannya melampaui wilayah Kalimantan menuju Semenanjung Malaysia, kemudian ke negara-negara lain di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), dan pada akhirnya ke China bagian selatan.

"Pada akhir tahun ini, yakni Oktober, November, dan Desember, setelah pesawat tambahan tiba, kami akan meluncurkan rute baru serta meningkatkan frekuensi penerbangan ke Singapura dan Kuala Lumpur," katanya.

Meski Megat belum mengungkapkan kota tujuan berikutnya, Premier Sarawak Abang Johari Openg pada Senin (20/7) mengatakan, AirBorneo akan segera terbang ke Jakarta setelah memperoleh "alokasi slot di bandara (internasional) di sana".

"Jakarta, dalam waktu dekat. Kami memperkirakan dalam dua bulan ke depan. Bahkan, kami sudah mendapatkan alokasi slot di Bandara Internasional Jakarta," kata Abang Johari seperti dikutip Dayak Daily, merujuk pada Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pernyataan itu disampaikan Abang Johari dalam konferensi pers peluncuran rute Kuching-Kuala Lumpur di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Gubernur Sarawak Abang Johari Openg (kedua dari kiri) menyambut Wakil Perdana Menteri Malaysia Fadillah Yusof saat tiba di Kuala Lumpur untuk menghadiri peluncuran penerbangan perdana AirBorneo rute Kuching–Kuala Lumpur di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 20 Juli 2026. (Foto: Facebook/Fadillah Yusof)

Abang Johari menggambarkan AirBorneo sebagai "jembatan" penting yang menghubungkan Sarawak dengan dunia. Ia membandingkannya dengan langkah Jepang membangun kembali negaranya setelah Perang Dunia II dengan mendirikan Japan Airlines.

"Setelah mendirikan maskapai nasionalnya, Jepang menjadi negara industri dan negara maju lebih cepat dibandingkan banyak negara Asia lainnya.

"Dari situ kami belajar bahwa penting bagi kami untuk menghubungkan perekonomian kami dengan dunia dan mitra dagang kami. Kami harus memiliki jaringan logistik sendiri sehingga dapat mengekspor barang dan jasa kami," katanya pada Senin.

MASKAPAI “FULL-SERVICE”

Megat pada Kamis mengatakan bahwa sebagai maskapai layanan penuh (full-service carrier), AirBorneo juga membidik pelaku perjalanan bisnis serta penumpang yang menginginkan kenyamanan lebih.

Ia menambahkan, peningkatan frekuensi penerbangan Singapura-Kuching hingga tiga kali sehari akan lebih memenuhi kebutuhan pelaku perjalanan bisnis, sehingga penumpang dapat melakukan perjalanan bisnis pulang-pergi pada hari yang sama.

Pada Februari tahun lalu, pemerintah Sarawak menyepakati akuisisi MASwings dari Malaysia Aviation Group, induk perusahaan maskapai nasional Malaysia Airlines, guna memperkuat konektivitas udara regional sekaligus memastikan tarif penerbangan tetap terjangkau bagi masyarakat Sarawak.

AirBorneo kemudian resmi berdiri pada Januari 2026 setelah proses transisi dari MASWings. Pada tahap awal, maskapai ini berfokus menyediakan layanan penerbangan perintis domestik di Sabah dan Sarawak, sebelum memulai operasi pesawat jet untuk rute Kuala Lumpur dan Singapura.

Untuk layanan penerbangan perintis domestik, AirBorneo saat ini mengoperasikan delapan pesawat ATR72 dan enam pesawat DHC-6 Twin Otter. Delapan pesawat turboprop tambahan dijadwalkan mulai dikirim pada 2027.

CNA sebelumnya melaporkan bahwa tarif tiket yang mahal, perubahan jadwal, serta pembatalan penerbangan telah membayangi operasional AirBorneo dalam beberapa bulan terakhir. Para analis menilai, kondisi tersebut berisiko menghambat ambisi Sarawak untuk mendorong pembangunan yang pesat sekaligus memperoleh otonomi yang lebih besar.

Para pengamat juga menilai pemerintah Sarawak masih dapat membalikkan keadaan apabila AirBorneo mampu meningkatkan komunikasi publik dan efisiensi operasional. Keberhasilan maskapai milik Sarawak itu dinilai dapat memperkuat posisi negara bagian tersebut dalam memperjuangkan kendali yang lebih besar atas sumber dayanya.

AirBorneo menyatakan, gangguan operasional tersebut disebabkan pekerjaan perbaikan teknis tak terjadwal pada sejumlah pesawat, pemeliharaan berkala yang sedang berlangsung, serta kebutuhan operasional dan penugasan awak pesawat.

Akuisisi AirBorneo oleh pemerintah Sarawak—bersamaan dengan pengambilalihan sebuah pelabuhan dan bank—dipandang sebagai salah satu proyek pembangunan unggulan negara bagian itu untuk memperjuangkan otonomi yang lebih besar di dalam Federasi Malaysia.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/ar(ew)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan