Skip to main content
Iklan

Indonesia

'Anies siapa?': Gerindra tak akan usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta, pilih kandidat internal

Pilpres 2024 semakin menegaskan keluarnya Gerindra dari aliansi partai-partai yang mendukung kesuksesan Anies Baswedan dalam Pilkada Jakarta 2017 silam. 

'Anies siapa?': Gerindra tak akan usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta, pilih kandidat internal
Adegan debat yang disiarkan di televisi yang menunjukkan tiga kandidat presiden Indonesia di kantor pusat Komisi Pemilihan Umum di Jakarta, Indonesia, 12 Desember 2023. (Photo: Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana)
22 Apr 2024 01:45PM (Diperbarui: 22 Apr 2024 01:47PM)

Gerindra memastikan tidak akan mengusung Anies Baswedan untuk pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada November mendatang. Gerinda menyatakan akan mengajukan kandidat baru sebagai pengganti Anies Baswedan. 

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan bahwa mereka lebih memilih mempertimbangkan untuk mengusung wajah dari baru dari kader mereka sendiri. Hingga saat ini, nama-nama tersebut masih digodok di internal partai. 

"Kami memiliki kandidat-kandidat muda dan segar untuk Pilkada DKI Jakarta," ujar Muzani seperti dikutip dari Jakarta Globe, Kamis (18/4).  

Ketika ditanya tentang kemungkinan mendukung Anies, ia menjawab satir, "Anies siapa?"

Menurut para pengamat, Gerindra percaya diri untuk mengajukan calon gubernur dari kadernya sendiri untuk Pilkada Jakarta, mengingat kemenangan Prabowo mencapai 58% suara dalam pilpres bulan Februari lalu. 

Mengenai siapa calon yang akan diusung oleh Gerindra untuk Pilkada DKI Jakarta, Muzani mengatakan bahwa partainya sedang mempertimbangkan sosok yang lebih segar, meskipun ia enggan menyebutkan namanya karena hal tersebut masih dipertimbangkan secara internal. 

Keputusan Gerindra ini menandai perubahan dari posisi Gerindra sebelumnya yang mendukung Anies dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Gerindra sebelumnya mendukung Anies  dalam kontestasi Pilkada Jakarta, bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Setelah usai masa jabatannya sebagai Gubernur Jakarta, Anies kemudian mencalonkan diri dalam pilpres 2024 bersama dengan ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan dukungan dari PKS dan Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Sementara itu, Gerindra berpisah jalan dan mengusung ketua umumnya, Prabowo Subianto yang berpasangan dengan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabumingraka. 

Hal ini membuat Anies dan Prabowo bertarung memperebutkan suara dalam Pilpres 2024. KPU telah menyatakan Prabowo-Gibran sebagai pemenang pemilu, dengan perolehan suara 58,59%. Sementara, Anies-Imin berada di urutan kedua dengan perolehan 24,95% suara.  

Hasil pilpres ini digugat Anies-Cak Imin dan pasangan lainnya Ganjar Pranowo-Mahfud MD ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sidang putusan MK Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) akan diumumkan hari ini, Senin (22/4).

Jika MK menolak gugatan tersebut, maka Prabowo dan Gibran akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden pada bulan Oktober.

Di tengah gugatan hasil pilpres, nama Anies disebut-sebut akan diusung dalam Pilkada Jakarta yang akan berlangsung pada bulan November mendatang. Dua partai pengusung Anies pada pilpres tahun ini, NasDem dan PKS, menyatakan siap mengusung Anies.

Namun, kedua partai ini mengaku mereka masih menunggu putusan MK terkait gugatan pilpres. 

Dua pekan lalu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya dan Gerindra siap mendukung mantan gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai gubernur Jakarta. 

Golkar dan Gerindra kini dikabarkan sedang dalam proses mendaftarkan kandidat-kandidatnya untuk pilkada provinsi lainnya yang akan serentak digelar pada November, menurut laporan Kompas. 

Pilkada serentak akan diselenggarakan pada tanggal 27 November 2024 untuk memilih 38 gubernur, 416 bupati, dan 98 walikota di seluruh Indonesia.
 

Source: Others/ps(ih)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan